TENUN JEPARA

Tenun Jepara

Tenun Jepara sedang menjadi tren di Indonesia, terutama pecinta kain tradisional. Motif kain tenun yang bermacam macam dengan harga yang lebih murah merupakan keunggulan yang dikenal luas.

TENUNJEPARA.com jual kain tenun ikat dan baju tenun. Jenis jenis kain tenun yang kami jual diantaranya tenun baron songket, tenun sulam bulu, tenun CSM, tenun endek misris, tenun polosan, tenun sutra, tenun blanket motif Kalimantan, motif NTT, motif Toraja, motif Dayak, motif Sumba, motif Flores, dll.

TENUNJEPARA.com melayani pelanggan yang datang langsung maupun beli lewat telpon, SMS, atau WA untuk pelanggan yang berada di luar kota. Ongkos pengiriman dihitung dari kota Jepara dengan pilihan jasa pengiriman JNE, J&T, Pos Indonesia, Lion Parcel, dll.

Cara pesan tenun ternyata mudah. WA saja nomor di atas, tunjukkan gambar kain tenun yang kamu inginkan. Tanyakan harga dan ongkos kirim ke alamatmu. Begitu dapat totalan, segara transfer lalu kirim bukti transfer ke nomor di atas. Tunggu 2-3 hari barang akan sampai di tempatmu. Mudah kan?

Pengertian Tenun Jepara / Troso

Tenun Jepara dibuat di Sentra Tenun Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Pengertian menurut Wikipedia dapat dilihat pada pengertian tenun Troso, merujuk pada nama desa penghasil kain tenun di ujung utara pulau Jawa ini. Di sini, istilah tenun Jepara dan tenun Troso akan dipakai bergantian dengan merujuk pada hal yang sama.

Dalam laman Wikipedia Tenun ikat Troso atau kain ikat troso adalah kriya tenun Jepara tepatnya dari Desa Troso. Tenun ikat Troso berupa kain yang ditenun dari helaian benang pakan atau benang lungsin yang sebelumnya diikat dan dicelupkan ke dalam zat pewarna alami. Alat tenun yang dipakai adalah alat tenun bukan mesin. Kain ikat dapat dijahit untuk dijadikan pakaian dan perlengkapan busana, kain pelapis mebel, atau penghias interior rumah. Laman Wikipedia tersebut diakses pada tanggal 21 Oktober 2019 yang isinya dapat berubah sewaktu-waktu.

Jenis Jenis Tenun Jepara

Kain tenun yang dibuat di Desa Troso Jepara beragam jenisnya, model dan bentuk motif yang ada pun bermacam-macam. Dan, dibuat dari berbagai macam jenis benang tenun, pada ulasan laman ini TENUNJEPARA.com mengulas mengenai jenis jenis tenun yang ada di daerah pusat kerajinan tenun Troso Jepara. Udah pada tahu kan? Buat mengingat kembali, yuk simak ulasannya di bawah ini :

Tenun Misris

Tenun misris adalah kain tenun ikat pakan. Satu jenis dengan tenun endek Bali. Biasa juga disebut tenun CSM yang merujuk pada nama benang bahan baku yang digunakan. Kain tenun misris lebih ringan seperti kain katun untuk bahan baju kemeja formal.

Jenis tenun misris biasanya di buat dengan motif ala Bali yang cenderung ramai dengan ornamen yang ramai bentuknya. Pembuatan tenun jenis misris dilakukan dengan teknik ikat pakan. Motif yang akan dibentuk pada kain dibuat pada benang pakan.

Karena itu, jenis tenun misris bisa dibuat dalam jumlah sedikit. Setiap motif, bisa dibuat sekitar 8-12 potong kain tenun tergantung bentuk motif yang dibuat. Bentuk motif perlu diperhatikan agar menghasilkan kain dengan motif yang berulang dengan rapi dan sambung menyambung menjadi satu kesatuan.

Dalam proses menenun, jenis tenun misris termasuk kategori sulit dikerjakan. Bagaimana tidak pada setiap satu hentakan alat tenun, si penenun mesti menata benang tenun agar motifnya tetap rapi dengan benang sebelumnya. Bila tidak, maka motif pada kain tenun nantinya jadi tidak rapi alias tidak membentuk motif yang direncanakan. Bisa dikatakan seperti motif abstrak bila penenun tidak rapi menata setiap helai benang saat menenun.

Proses menenun lebih lama, butuh mata yang jeli melihat motif pada setiap helai benang dan jari yang lebih lihat menempatkan motif. Tempat menenun juga perlu cahaya lebih terang.

Jadi maklum kan kalau saat ini tenun misris termasuk kategori jenis tenun Jepara dengan harga mahal. O iya, pamor jenis tenun misris sekarang agak meredup dengan popularitas kain ikat lungsi yang sedang naik daun.

Beli Kain Tenun Sekarang

Stok kain misris yang tersedia lebih sedikit karena hanya penenun tertentu yang dapat mengerjakan. Biasanya penenun usia muda dengan mata yang masih normal dan tenaga lebih kuat. Sayangnya, kehadiran pabrik hasil investasi asing di Kabupaten Jepara banyak menyerap tenaga muda yang pada awalnya merupakan regenerasi penenun. Penenun makin berkurang dengan harga kain tenun yang mahal menjadikan kain misris makin jarang keberadaannya. Maka bila masih menemukan dan suka, segeralah beli sekarang.

Baca: Jual Kain Tenun Jepara

Jenis jenis tenun seperti misris atau endek paling banyak dipakai untuk bahan baju kerja, baju seragam kerja, dan model baju atasan seperti kemeja kerja. Bagus juga untuk bahan dekorasi rumah seperti sarung bantal.

Tenun Blanket

Tenun blanket sejatinya adalah jenis tenun ikat lungsi. Disebut blanket karena pada awal pembuatan tenun jenis ini digunakan sebagai selimut. Tenun blanket banyak mengadopsi motif dari daerah lain terutama Toraja, Sumba dan daerah NTT yang lain.

Dilihat dari ukuran, jenis tenun blanket tersedia dalam ukuran lebih kecil untuk pashmina, selendang, syal sampai ikat kepala. Biasanya ada rumbai pada ujung kedua sisinya.

Pembuatan tenun blanket pada setiap motif tergantung dari banyaknya gulungan benang lungsi pada alat tenun. Umumnya, satu bum pada alat tenun menghasilkan sekitar 1oo potong kain tenun dengan motif dan warna yang sama persis. Bisa juga kurang dari itu, namun lazimnya tetap diatas 30 potong pada setiap satu bum di alat tenun.

Maka pengrajin tenun biasanya menerima pesanan motif dari pelanggan bila pesanan lebih dari 50 pcs untuk setiap motif yang dipesan. Jumlah yang lebih banyak daripada pemesanan minimal jenis tenun misris.

Tenun blanket dipakai untuk bahan baju tenun. Model baju tenun terbaru sering memakai kain tenun jenis blanket. Bagus juga dipakai untuk selimut untuk anak pendaki gunung. Instagrammable banget tau!

Tenun Baron

Tenun baron adalah jenis kain tenun kontemporer dengan menggunakan alat tambahan berupa kartu berlobang untuk dimasuki benang agar membentuk tekstur motif pada kain tenun seperti kain songket.

Jenis tenun baron masih termasuk kain tenun tradisional karena tidak menggunakan mesin dalam proses pembuatan tenun. Penambahan hanya pada alat untuk membentuk motif dalam tekstur kain tenun.

Tenun baron banyak jenisnya. Jenis jenis tenun baron antara lain : tenun baron satu warna atau 1D, tenun baron dua warna atau 2D, tenun baron bulu, dan tenun baron bahan benang sutera.

Ciri khas tenun baron adalah tekstur kain yang tidak rata karena membentuk motif timbul. Warna cenderung mengkilap yang menandakan bahan rayon viscose atau sutra digunakan untuk pembuatan kain tenun baron.

Penggunaan tenun baron umumnya untuk bahan baju kemeja formal pria, gaun pesta wanita. Permukaannya yang mengkilat memang cocok untuk dipakai pada acara formal dan acara dengan suasana dinner malam hari.

Tenun Lurik

Tenun lurik memainkan kombinasi warna benang lungsi. Hanya menata susunan benang lungsi dalam kombinasi warna yang diinginkan tanpa melalui proses pengikatan benang.

Nantinya, benang lungsi yang telah tersusun dalam kombinasi warna yang diinginkan akan ditemukan dengan benang pakan polos saat proses menenun. Meski sederhana prosesnya, namun kain yang dihasilkan ternyata mengagumkan.

Desainer baju tenun nasional kini banyak yang merancang busana tenun dengan tenun lurik. Dan yang sedang hits adalah baju lurik dengan cutting diagonal menyilang. Tau kan, artis yang viral pake model baju tenun lurik seperti ini?

Tenun Polos

Jenis tenun polos adalah tenun satu warna tanpa motif. Tenun polos tidak termasuk jenis tenun ikat karena tidak melalui proses pengikatan benang tenun.

Maka dari itu, tenun polos termasuk tenun harga murah. Proses pembuatan tenun polos juga lebih singkat. Cara menenun kain polos juga lebih mudah sehingga waktu yang dibutuhkan untuk menenun lebih singkat.

Tenun polos biasa dipakai untuk baju tenun kombinasi. Solusi bagi pelanggan yang ingin baju tenun yang tidak terlalu ramai motif. Model baju yang hanya memberi sedikit sentuhan motif etnik. Model baju tenun kombinasi kain polos dengan material tetap 100 % kain tenun, bukan di kombinasi dengan kain polos tekstil hasil pabrikan mesin.

Macam Macam Tenun Motif

Ciri ciri tenun Troso adalah motifnya yang tidak terpaku pada suatu pakem. Selain membuat motif kreasi sendiri, pengrajin biasanya juga membuat macam macam tenun yang coraknya diadaptasi dan modifikasi dari corak khas berbagai daerah atau ornamen suku yang ada di Indonesia.

Macammacam tenun dengan motif tenun terbaru hasil akulturasi motif luar daerah yang sering di buat dan dipesan pelanggan akhir akhir ini adalah:

Kain Jepara Motif Toraja

Motif Toraja pada umumnya memakai aksen garis dan juga memakai motif kombinasi motif yang khas. Perihal warna, motif Toraja biasanya identik dengan warna merah, putih, kuning, dan hitam.

Dewasa ini, tenun Jepara motif Toraja diminati oleh semua masyarakat Indonesia. Namun, sebagian besar tetap mereka yang tinggal di Toraja atau mereka yang punya darah keturunan Toraja meski sudah menetap di luar pulau.

Terkadang, masyarakat di Toraja membutuhkan kain tenun motif Toraja dalam jumlah banyak yang tersedia dalam waktu cepat untuk keperluan upacara kematian. Saat itulah mereka butuk kain Jepara motif Toraja untuk keperluan upacara adat yang datangnya tidak terduga serta membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Selain itu upacara adat, popularitas tenun motif Toraja juga naik dengan makin bertambahnya selebram yang memamerkan baju dengan kain tenun motif Toraja di media sosial. Ribuan follower mereka pun penasaran dan tertarik mencoba memakai kain tenun motif Toraja. Pada akhirnya kain Jepara motif Toraja banyak dipakai untuk baju sehari hari baik saat bekerja, kuliah maupun acara keluarga.

Tenun Jepara Motif Sumba

Motif Sumba paling terkenal adalah adanya karakter hewan yang digambarkan dalam bentuk motif. Ornamen fauna seperti kuda dan ayam dipadukan dengan garis besar dengan warna kontras.

Tenun Jepara motif Sumba sempat ramai dibincangkan di media sosial. Penyebabnya adalah postingan media sosial dari anak sekolah yang kurang lengkap menyebut motif ini tanpa menambahi “motif Sumba” kala mengangkat kain tenun Troso di peragaan busana luar negeri.

Di Jepara, akulturasi motif Sumba dengan modifikasi di sana sini memang sudah jamak terjadi sekitar tahun 1980-an. Kala itu, mulai ada permintaan dari pelanggan daerah NTT untuk membuat tenun sesuai pesanan mereka. Selanjutnya, motif “jaranan” atau kuda-kudaan dalam bahasa Jawa yang sejatinya kombinasi motif Sumba dengan sentuhan lokal seperti adanya tambahan atau karakter hewan pengganti dalam bentuk kura-kura, ikan, burung, harimau, kambing dan sebagainya mulai dibuat dan dipasarkan pengrajin.

Tenun Jepara Motif NTT

Motif NTT sejatinya banyak sekali dan termasuk motif Sumba yang tersebut di atas. Ornamen yang menghiasi antara lain bunga mawar, pohon, hewan seperti cicak atau tokek dan masih banyak lagi.

Sama dengan motif Toraja dan Sumba, motif NTT sebelumnya juga banyak dipesan oleh pemilik toko cinderamata di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk bahan baku pembuatan souvenir. Mereka memesan ke daerah Jepara karena alasan kebutuhan bahan kain tenun yang tersedia dengan cepat, tekstur kain lebih tipis dan ringan serta harga lebih murah.

Selain itu, tenun Jepara motif NTT juga banyak dibuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang ingin memakai kain tenun motif NTT untuk bahan pakaian dinas yang diwajibkan instansinya. Ada juga, masyarakat yang memang ingin mengenakan tenun motif NTT untuk melengkapi koleksi batik sebagai pakaian kerja dan baju acara keluarga seperti menghadiri resepsi pernikahan.

Umumnya, mereka tidak mempermasalahkan tempat pembuatan asalkan kain tenun yang dipakai memang diproses dengan alat tenun bukan mesin (ATBM). Bukan kain tekstil atau printing yang dicetak dengan motif tenun.

Proses Pembuatan Kain Tenun

Tahukah kamu bila tenun dari Desa Troso Jepara ini dibuat dengan alat tenun bukan mesin? Iyap, semua proses dikerjakan secara manual dengan alat tenun tradisional atau alat tenun bukan mesin (ATBM).

Jadi, proses pembuatan tenun dimulai dari benang sampai menjadi kain tenun. Bila dibandingkan dengan kain batik, proses pembuatan kain tenun lebih banyak tahapan dengan waktu pembuatan lebih lama.

Adapun tahapan dalam proses pembuatan kain tenun ikat lungsi secara singkat meliputi : menyepul benang, ngeteng, membuat corak, mengikat benang, menter, merambang, mengebum, memasang bum pada alat tenun, nyucuk, baru terakhir menenun dengan cara memasukkan benang pakan polos ke dalam anyaman benang lungsi yang telah terpasang pada alat tenun. Selanjutnya, anyaman benang tenun pakan dengan benang tenun lungsi akan menjadi kain tenun.

Baju Tenun Jepara

Pengertian baju tenun adalah produk baju yang dibuat dari material kain tenun yang dibuat di daerah Jepara. Baju tenun dapat dibuat sesuai kebutuhan dengan menyesuaikan jenis kain tenun yang akan digunakan sebagai bahan pakaian.

Model baju tenun ikat terbaru diantaranya : Baju tenun wanita terdiri dari atasan blouse, cardigan, bolero, blazer, dress, outerwear, vest, gamis, jaket, rok, celana kulot, atau palazzo. Sedangkan baju tenun pria meliputi kemeja, jas, jaket, hoodie, sarung, dan celana.

Sementara aksesoris baju tenun yang tersedia meliputi pashmina, selendang, syal, ikat kepala, dan gelang tenun. Ada juga berbagai macam tas tenun dari tas ransel, tote bag, hand bag, clutch, sling bag, dan waist bag. Eits, tak ketinggalan sepatu tenun, topi dan peci tenun.

Tunggu apalagi, beli kain tenun sekarang!